Sunday, December 14, 2008

ada suatu masa ketika perempuan2 ditawan dan ditelanjangi

ada suatu masa ketika seorang petani tiba-tiba ditangkap dan dimasukkan karung goni, ketika perempuan-perempuan ditawan dan ditelanjangi. tapi siapa yang tahu masa itu, masa lalu itu? yang mencatatnya dalam buku sejarah dan mewariskan ceritanya kepada kita? tak ada. kata orang, sejarah ditulis oleh penguasa, dan dirawat oleh pewaris takhta. penguasa mana yang menulis sejarah tentnag keberingasannya?

seorang teman pernah berkata, sistem negara adalah logika-logika yang dipakai untuk pembagian kekuasaan. dan ideologi menurut Machiavelli adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimilliki oleh penguasa. lalu ideologi apa yang dipakai oleh penguasa negara ini, pada masa petani dan gerwani itu, dan pada masa sekarang?

Lastri adalah seorang perempuan, yang mencintai laki-laki pada umunya. tapi kadang memang masa adalah sesuau yang membuat nasib menjadi buruk. kata seorang peramal, jika kau lahir senin pahing, maka kau tak cocok menjadi sutradara. waktu mempunyai korelasi yang erat terhadap garis nasib, lebih tepatnya, kebebasan memilih nasib. pun Lastri, dia tak cocok diperankan dalam film karena dia hidup pada tahun 1965. maka cerita cinta Lastri pun dilarang oleh sebuah gerakan yang ber-idiolologi anti terhadap sebuah ideologi: komunisme.

saya berpikir, ini adalah tahun 2008, dan komunisme bukanlah sebuah kata yang masih haram diucapkan. komunisme telah mati dimana-mana, tapi mengapa orang-orang, kelompok yang entah apa alasannya itu begitu ketakutan pada kata itu? Lastri, yang hanya ingin bercerita tentang cintanya, seorang perempuan yang kebetulan Gerwani, harus menutup lagi mulutnya, disumpal dengan simbol-simbol agama, oleh orang-orang yang begitu inginnya masuk surga dengan jalan kekerasan.

lalu negara? dimanakah dia?

saya setuju dengan eric sasono, negara absen ketika berhadaan dengan komunalisme, terutama yang satu ini: vandalisme berjubah agama, toh akhir-akhir ini mereka menjadi supporting ideology bagi penguasa. tak perlu turun tangan, orang-orang itu sudah turun ke jalan, merawat sejarah, menjaga tabir gelap cerita-cerita tentang Lastri tetap tertutup rapat.

ah saya jadi berpikir, suharto saja setidaknya mau menurunkan tentaranya untuk membungkam orang-orang, tapi masa ini, masa reformasi ini, penguasa meminjam jubah untuk membungkam orang-orang.

(pada suatu masa, harimau memang harus keluar dari kandangnya, apapun yang terjadi)

0 comments: